Yayasan Sekah Ganesha lahir dari rasa hormat yang mendalam terhadap warisan budaya Bali. Perjalanan dimulai dengan penemuan kembali dan pemugaran Pura Dalam Sekah, sebuah situs suci dengan sejarah lebih dari 700 tahun.
Didirikan oleh Ketut Arjana dan keluarganya, yayasan ini berupaya melestarikan kekayaan budaya sekaligus mengangkat masyarakat setempat. Dengan membantu keluarga kurang mampu melalui upacara-upacara adat Bali dan memperjuangkan nilai-nilai tradisional di tengah pesatnya modernisasi, yayasan ini memastikan bahwa budaya Bali yang semarak ini terus berkembang untuk generasi mendatang.




Selain itu, yayasan ini juga mengadvokasi lingkungan yang bersih dan hijau melalui praktik pariwisata berkelanjutan di Sungai Keramas. Upaya yang dilakukan meliputi pemilahan sampah, berkebun organik, pembersihan pantai dan sungai secara rutin, serta penanaman pohon. Inisiatif ini mendorong pengelolaan lingkungan dalam masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.
Visi kami ada tiga: melestarikan tradisi budaya dan agama Bali, memberdayakan masyarakat (terutama kelompok marginal) dalam bidang perhotelan dan pariwisata, serta memperjuangkan keberlanjutan lingkungan. Bersama-sama, kami bertujuan untuk menciptakan warisan budaya yang semarak dan masa depan yang lebih cerah dan lebih hijau bagi generasi mendatang.